Arsip

Arsip Penulis

Anggota pekas gabpus-22

Maret 19, 2012 Tinggalkan komentar

Pa pekas gabpus-22
Lettu cku rudy setiawan
Serma eka prasetyo
Serka saheli
Serda ahmad sobari
Serda joko setiono
Serma haikal gunawan

Kategori:Uncategorized

Hari Kemerdekaan RI Ke-64

Agustus 17, 2009 1 komentar

 

SELAMAT HUT RI KE-46

Bagi beberapa orang, waktu berjalan perlahan. Satu jam bisa terasa seperti selamanya.
Bagi orang lain, waktu tak pernah cukup. Bagi kita, waktu tak pernah ada.
Jangan takut pada kematian, tapi pada kehampaan hidup.
Kita tak pernah hidup selamanya,
tapi isilah hidupmu.

 

merdeka[1]

Kategori:Uncategorized

Bersyukur Bisa Tetap Jaga NKRI

Agustus 16, 2009 3 komentar
Bersyukur Bisa Tetap Jaga NKRI

Peristiwa di Aceh saat ia berpangkat Kopral Dua dengan jabatan Wakil Komandan Regu 1 Kompi “A” itu, takkan pernah bisa dilupakannya. Kisah ini diceritakan oleh Trijanto Rahim (Nrp 3910705960670), dengan penuturan gaya bahasa “saya”. Saya merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, yang lahir (27 Juni 1970) dan besar di Gorontalo dari pasangan Nurdin Rahim (alm) dan Stin Ismail. Tahun 1991 saya dilantik menjadi prajurit Angkatan Darat dengan pangkat terendah, yaitu Prajurit Dua (Prada), yang selanjutnya mendapat penugasan pertama di Batalyon Infanteri 713/Satya Tama, di Gorontalo.   Menjadi tentara adalah sudah menjadi cita-cita sejak kecil. Hobi berlari yang sudah menjadi kebiasaan ternyata membawa manfaat dalam kehidupan saya sebagai prajurit. Sehingga pada tahun 1995, saya dipercaya mewakili Provinsi Sulawesi Utara pada Tri Lomba Juang di Jakarta. Itu adalah pengalaman pertama saya mengikuti event perlombaan tingkat nasional dan berhasil merebut posisi nomor tujuh. Selanjutnya, pada event Lomba Lari 10 Km dalam rangka HUT Kodam VII/Wirabuana pada 1996 di Makassar, saya berada di urutan nomor tujuh lagi dari 10.000 peserta lomba. Untuk tingkat lokal (Gorontalo), kurang lebih sepuluh kali saya menyabet gelar nomor satu untuk lima maupun sepuluh Kilometer. Ada satu peristiwa yang tidak bisa saya lupakan ketika bertugas di Aceh. Peristiwa tersebut terjadi saat saya berpangkat Kopral Dua (Kopda) dengan jabatan sebagai Wakil Komandan Regu (Wadanru) 1 Kompi “A”. Berangkat tugas dengan meninggalkan seorang istri (Ellen) dan dua anak laki-laki saya (Febry dan Jery). Kejadian di Aceh tidak pernah sampai ke telinga keluarga saya. Karena memang saya sudah menitip pesan kepada Komandan Batalyon untuk tidak memberitahukan kepada mereka sampai saya kembali ke home base , supaya tidak membebani pikiran istri, anak, orangtua maupun saudara-saudara saya. Sebulan setelah saya kembali ke markas satuan, barulah saya menceritakan kejadian itu pada mereka. Kontak senjata dan tertembak Penugasan operasi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan penugasan yang keempatkalinya selama jadi prajurit Batalyon Infanteri 731/Satya Tama. Sebelumnya juga saya pernah melaksanakan Operasi Seroja di Timor-Timur selama kurang lebih dua tahun dari tahun 1992-1993 dan 1997-1998, lalu Operasi Sintuwu Maroso di Pos 2001-2002. Di Aceh, Pasukan Yonif 731/Satya Tama diberikan kepercayaan sebagai pasukan pemukul dibawah kendali Korem 012/Teuku Umar/Sektor-B/Satgas-12 Koops TNI. Tiba di Aceh Selatan pada 1 Juli 2003, saat Aceh akan memasuki situasi Darurat Militer tahap kedua yang akan dimulai pada 19 Juli sampai 19 Nopember 2003. Saat itu pemberontak GAM sering melakukan aksi perlawanan terhadap aparat TNI/Polri. Saat itu sepak terjang GAM sangat meresahkan masyarakat, baik berupa intimidasi terhadap Pemerintah Daerah, memeras, merampok dan membunuh warga serta membakar rumah-rumah penduduk maupun gedung-gedung sekolah. Belum genap bertugas di Aceh Selatan, tepatnya tanggal 19 Juli 2003, kami mendapat perintah untuk membebaskan tiga warga sipil yang diculik dan disandera oleh GAM di Desa Gunung Rotan, Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan. Saya, yang tergabung dalam Kompi Alap-Alap pimpinan Kapten Inf Arif Bastari bergerak dalam hubungan kompi yang terbagi dalam empat tim dan saya berada dalam Tim Alap-Alap 1. Berjalan mendekati sasaran pada malam hari yang diiringi oleh hujan. Dingin dan letih bukan penghalang bagi kami. Keesokan harinya, kira-kira jam 06.00 pagi, kami sudah mendekati sasaran. Medannya cukup tertutup, karena tepat ditengah-tengah perkebunan kopi dan lada yang didalamnya terdapat gubuk-gubuk kecil tempat para petani beristirahat dan bermalam untuk menjaga kebun tersebut. Terkadang gubuk-gubuk tersebut dijadikan tempat persembunyian dan tempat berkumpul GAM. Pukul 07.00 dalam cuaca mendung, saya yang berada paling depan melihat ada gubuk. Selanjutnya saya memberikan isyarat kepada rekan-rekan saya untuk berlindung karena saya melihat ada beberapa orang dalam gubuk tersebut, lalu saya berteriak “jangan bergerak!!!” , dengan posisi senjata siap untuk menembak. Tiba-tiba saya melihat seoarang laki-laki berlari dari pintu belakang menuju semak-semak yang tidak jauh dari gubuk tersebut. Segera saya memberikan tembakan peringatan ke atas. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba ada tembakan balasan dari depan yang mengarah langsung ke saya. Ternyata ada anggota GAM yabg sedang berjaga di luar gubuk tersebut. Saya segera tiarap dan membalas tembakan. Bunyi tembakan musuh semakin lama semakin menjauh. Mereka melarikan diri sambil tetap menembak Pada kontak tembak tersebut, tanpa saya sadari lengan kiri saya terluka kena tembakan. Dan baru terasa saat melihat ada darah dingin membeku di telapak tangan kiri saya. Luka itu saya balut dengan ikat kepala yang saya pakai sebelum dilakukan pertolongan pertama oleh tim kesehatan untuk selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Tapaktuan. Untungnya peluru tersebut tidak mengenai tulang saya, sehingga luka tembak tersebut tidak berakiba fatal dan hanya dirawat sekitar tiga minggu. Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena masih diberkahi umur panjang dan diberikan kesempatan untuk tetap menjaga NKRI. Saat ini pangkat saya sudah Sersan Dua. Karena saya diberikan kesempatan untuk mengikuti Sekolah Calon Bintara pada tahun 2006. Waktu kejadian itu saya masih menjabat sebagai Wakil Komandan Regu, namun sekarang, Alhamdulillah saya beruntung telah naik jabatan sebagai Komandan Regu 2, Peleton Morse/Kompi Bantuan, Yonif 713/Satya Tama. Lebih beruntung dan membahagiakan lagi, karena saat ini saat dikaruniakan lagi seorang putri yang saya beri nama Fanisa Rahim yang lahir di Gorontalo pada 5 Agustus 2006 Saya bukan ingin menjadi atau pernah menjadi yang terhebat, sebab masih banyak rekan-rekan yang justru mengalami hal-hal yang lebih berat dari saya saat melaksanakan tugas operasi. Mungkin saya hanya beruntung saja. Bukan bermaksud untuk menggurui ataupun menasehati, namun sebagai sesama prajurit adalah suatu kewajiban untuk saling mengingatkan bahwa kewaspadaan haruslah menjadi prioritas utama dimanapun dan kapanpun, terutama di daerah konflik. Peristiwa yang saya alami itu tidak menjadikan saya jadi penakut dan lemah, tapi justru membuat saya tambah percaya diri dan yakin untuk menyerahkan jiwa-raga saya kepada tanah air tercinta, Indonesia. (zulkarnain/dikutip dari defender)

Kowad Pertama jadi DANRAMIL

Agustus 16, 2009 2 komentar
Kowadkap

KOWAD PERTAMA JADI DANRAMIL

Ramah dan murah senyum adalah kesan pertama yang kami rasakan ketika tim redaksi Palagan berkesempatan bertatap muka dengan Kapten Cba (K) Lili Febrianty, S.Pd, Danramil 01/Jatinegara yang merupakan Kowad pertama yang diberi kepercayaan untuk menduduki suatu jabatan yang selama ini hanya dipegang oleh prajurit pria yang pada umumnya berkorps tempur.

Baginya dunia teritorial adalah hal baru yang harus ditekuninya, karena sejak lulus pendidikan SEMAPA PK tahun 1999 langsung ditempatkan sebagai Paur Jasmil & Oraum Depil Pengum Pusdik Kowad Kodiklat TNI AD sampai tahun 2002. Kemudian dipindahtugaskan ke Bekangdam Jaya dengan jabatan terakhir Kaur Satri/ATK Sibek Bekangdam Jaya sampai tahun 2007. Sejak bertugas di Bekangdam Jaya inilah, bakatnya mulai diperhatikan pimpinan dan selanjutnya diikutkan dalam seleksi Danramil.

Pada mulanya jabatan Danramil wanita merupakan wacana dari mantan Pangdam Jaya Letjen TNI Yohanes Suryo Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Menurutnya, Jakarta merupakan Ibu Kota Negara yang banyak kedatangan tamu Negara/VVIP yang perlu melibatkan seorang wanita (Danramil). Untuk itu, pada saat ada kegiatan seleksi jabatan Danramil, Ibu satu anak ini diikutsertakan dalam seleksi. Suatu karunia Tuhan Yang Maha Esa dan Do’a kedua orang tua, warga Bekangdam serta rekan-rekan Kowad Kodam Jayalah pada akhirnya Kapten Cba Lili Febrianty diberi kesempatan ikut seleksi dan terpilih menjadi Danramil 01/Jatinegara Kodim 0505/Jakarta Timur Korem 051/Wijayakarta. Perasaan terharu dan bangga menyelimuti dirinya pada saat memegang amanah ini, karena jabatan Danramil wanita ini baru yang pertama kali ada dijajaran TNI-AD dan berharap nantinya bisa menjadi contoh serta semangat Kodam lain untuk memberi kesempatan kepada Kowad lainnya yang memiliki kriteria keterampilan dibidang teritorial.

Ketika ditanya apakah ada kriteria khusus yang harus dimiliki untuk menjadi Danramil ? Ibu satu putra ini mengatakan tidak ada kriteria khusus, tetapi isteri dari Lettu Rudatin ini memiliki keahlian di bidang olahraga karate bahkan Ia adalah Pemegang Dan III INKANAS. Olahraga inilah yang telah membesarkan dan menunjang kariernya selama ini. Berbagai prestasi telah diraihnya antara lain Juara 1 Komite 60 Kg Putri di POMNAS Ujung Pandang tahun 1996 yang mengantarkannya mengikuti POM Asia di Brunei Darussalam dan terakhir mengikuti PON 2000 cabang Karate mewakili Sumatra Barat.

Wanita kelahiran Padang Sumatra Barat 34 tahun lalu ini, dalam menjalankan tugas kesehariannya dikenal sangat dekat serta memperlakukan anggotanya yang sebagian besar adalah PNS dan prajurit pria dengan dewasa dan bersifat kekeluargaan. Dengan kepemimpinan yang diterapkannya itu, sampai saat ini belum ada kendala dan hambatan yang ditemuinya dalam melaksanakan tugas sehari hari sebagai Danramil 01/Jatinegara. Sebagai aparat teritorial tentu dalam melaksanakan tugas harus dekat dengan rakyat diwilayahnya. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain dengan  melakukan kunjungan/silaturahmi dengan masyarakat sekitar wilayah tugas, peduli dan peka terhadap lingkungan serta menerapkan lima kemampuan teritorial yang meliputi : pertama temu cepat dan lapor cepat, kedua manajerial teritorial, ketiga penguasaan wilayah, keempat perlawanan rakyat dan kelima komunikasi sosial. Dengan lima kemampuan tersebut sebagai aparat teritorial diharapkan dapat melakukan tindakan preventif terhadap berbagai aksi yang meresahkan di masyarakat seperti aksi terorisme, sedangkan penindakan tetap dilakukan oleh polisi. Untuk itu selalu dilakukan koordinasi dengan aparat polsek dan kecamatan untuk saling bertukar informasi dalam penanganan wilayah.

Selama menjabat sebagai Danramil 01/Jatinegara, program-program yang dilaksanakan pada dasarnya mengikuti program dan kebijaksanaan komando atas. Karena wilayah Jatinegara yang dipimpinnya merupakan wilayah langganan banjir setiap tahun, maka bersama anggota dan masyarakat dilakukan Gladi Posko Banjir, Gladi lapang banjir dan Bhakti sosial dalam penanganan bencana banjir. Disamping itu sudah pula menyelesaikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bedah rumah di wilayah Kodim 0505/Jakarta Timur. Sedangkan rencana program kedepan adalah lebih menggalakkan lagi penjabaran dari lima kemampuan teritorial.

Pada akhir kesempatan berbincang dengan kami, Kapten Cba Lili Febrianty, S.Pd menyampaikan bahwa Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), apabila diberi kesempatan yang sama dengan prajurit pria oleh pimpinan tentunya akan mampu melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik sesuai dengan doktrin, bersama-sama dengan pria menunaikan tugas membela negara dan bangsa untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Harapannya kepada anggota Kowad agar melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan selalu menjaga soliditas sesama prajurit Kowad.

pejabat di Kopassus

Agustus 16, 2009 1 komentar

PEJABAT KOPASSUS

NO
NAMA
PEJABAT
1
Danjen Kopassus Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo
2
Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Wisnu Bawa Tenaya
3
Ir Kopassus Kolonel Inf Heros Paduppai
4
Asisten Intelejen Kolonel Inf Muhamad Herindra, M.A.
5
Asisten Operasi Letkol Inf Beny Sulistiono
6
Asisten Personel Letkol Inf Handy Geniardi
7
Asisten Logistik Letkol Inf Gunawan Matondang
8
Asisten Perencanaan Kolonel Inf Purnawan Widi Andaru
9
Dan Grup-1/Parako Kolonel Inf Hartomo
10
Dan Grup-2/Parako Kolonel Inf Abdul Rachim Siregar
11
Dan Grup-3/Sandha Kolonel Inf Hendri Paruhuman Lubis
12
Dansat-81/Gultor Kolonel Inf Nugroho Budi Wiryanto

Pejabat Di Kodam IV / Dip

Agustus 16, 2009 1 komentar

PEJABAT KODAM IV/DIPONEGORO

NO
NAMA
PEJABAT
1
Pangdam Mayjen TNI Haryadi Soetanto
2
Kasdam Brigjen TNI Langgeng Sulistiyono
3
Irdam Kolonel Inf Soekoyo
4
Asisten Intelejen Kolonel Inf Sudrajat Purbiantoro
5
Asisten Operasi Kolonel Inf Prihadi Agus Irianto. R
6
Asisten Personel Kolonel Inf Sumardi
7
Asisten Logistik Kolonel Czi Eman Suherman
8
Asisten Teritorial Kolonel Arm Sapto Margo Wibowo BA
9
Asisten Perencanaan Kolonel Inf Bayu Purwiyono
10
Danrem 071/WK Kolonel Kav Teguh Rahardjo
11
Danrem 072/PMK Kolonel Czi Soepeno
12
Danrem 073/MKT Kolonel Inf Moko Poerwono
13
Danrem 074/WRT Kolonel Inf Andogo Wiradi
14
Danrindam Kolonel Inf Sunindyo
15
Danpomdam Kolonel Cpm Maliki Mift, S.IP.
16
LO TNI AL Kolonel Mar Marwan Mahmud
17
LO TNI AU Kolonel Lek Edy Kusnadi
18
Kababinminvetcad Letkol Inf Diman Chardiman, S.Sos.
19
Kazidam Kolonel Czi Suryatikno, S.IP
20
Kahubdam Kolonel Chb Agus Yulianto
21
Kapaldam Kolonel Cpl Ir. Untung Purnomo
22
Kabekangdam Letkol Cba Bakhtiar Hasan
23
Kakesdam Kolonel Ckm dr. Untung Sumaryadi, Sp.,Rad.
24
Karumkit Kolonel Ckm dr. Budi Wiranto
25
Kakudam Kolonel Cku Willy Widjaja, SE, MM
26
Kakumdam Kolonel Chk Soepangat Moenajat
27
Kaajendam Kolonel Caj Amar, SM
28
Katopdam Letkol Ctp Drs. Muh Giyanto
29
Kepuskopad ‘A’ Kolonel Inf A. Siswo Meindaryanto, S.IP
30
Kapendam Letkol Inf Zaenal Mutaqin, M.Si
31
Kabintaldam Mayor Caj Drs. Abu Haris Mutohar
32
Kainfolahtadam Letkol Caj Drs. Agus Subroto
33
Kasandidam Letkol Chb Sahil
34
Kajasdam Letkol Inf Drs. Suhartono
35
Kasetumdam Mayor Caj Drs. Udi Wiyanto
36
Dandenmadam Letkol Inf Eko Wahyudi

Pejabat Kodam III / Siliwangi

Agustus 16, 2009 1 komentar

PEJABAT KODAM III/SILIWANGI

NO
NAMA
PEJABAT
1
Pangdam Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary
2
Kasdam Brigjen TNI Rahmat Budiyanto
3
Irdam Kolonel Inf Parulian Hutagalung
4
Asisten Intelejen Kolonel Inf Eriet Hadi Uriyanto
5
Asisten Operasi Letkol Inf A.A.B. Maliogha
6
Asisten Personel Kolonel Inf Aris Martono Haryadi
7
Asisten Logistik Kolonel Inf Erizal Dailami
8
Asisten Teritorial Kolonel Inf Oloan Parulian Sianturi
9
Asisten Perencanaan Kolonel Kav B. Agustin Silitonga
10
Danrem 061/SK Kolonel Inf Agus Sutomo
11
Danrem 062/TN Kolonel Inf Mochamad Rachmat
12
Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Sigit Yuwono
13
Danrem 064/MY Kolonel Inf Sahiding Anwar
14
Danrindam Kolonel Inf Udin Supidin
15
Danpomdam Kolonel Cpm Mohamad Jayusman, S.H.
16
LO TNI AL Kolonel Laut (P) Chairil Hapri, SE
17
LO TNI AU Kolonel Pnb Nailul Humam
18
Kababinminvetcad Kolonel Arm Sa’id, S.Sos
19
Kazidam Kolonel Czi Drs. Zaenal Arifin
20
Kahubdam Letkol Chb Endro Kartono
21
Kapaldam Kolonel Cpl Suwoto
22
Kabekangdam Letkol Cba Sulistiadi
23
Kakesdam Kolonel Ckm dr. Daniel Tjen
24
Karumkit Kolonel Ckm dr. Syaffarman Rusli
25
Kakudam Letkol Cku Drs. Alimudin
26
Kakumdam Kolonel Chk Ponten Sanuraya, S.H.
27
Kaajendam Kolonel Caj (K) Puji Astuti, B.A.
28
Katopdam Letkol Ctp Ir. Suhartono, M.Sc
29
Kepuskopad ‘A’ Kolonel Inf Mumkin Nuryadin
30
Kapendam Letkol Inf Isa Haryanto
31
Kabintaldam Letkol Caj Akhmad Solihin.
32
Kainfolahtadam Letkol Chb Drs.Uce Ruspendi
33
Kasandidam Mayor Chb Suparman
34
Kajasdam Letkol Inf Drs. Prasojo Budi Susetio
35
Kasetumdam Letkol Caj Drs. Ngakan, M.T.
36
Dandenmadam Letkol Inf Sujarwo
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.